Selasa, Agustus 06, 2013

Biar Hati yang Berucap

Ya Allah,
Aku berdo'a untuk seseorang
yang akan menjadi bagian dari hidupku,
Seseorang yang sungguh mencintai-Mu
lebih dari segala sesuatu,
Seseorang yang mencintaiku
bukan karena rupaku tetapi karena hatiku,
dan aku juga meminta,
berikan aku hati yang sungguh mencintai-Mu
Sehingga aku dapat mencintainya
dengan cinta-Mu dan bukan sekedar dengan cintaku..


Ya Allah.. 
Perbaikilah agamaku
yang menjadi pegangan setiap urusanku,
Perbaikilah duniaku 
yang didalamnya (sumber) kehidupanku,
Perbaikilah akheratku
yang merupakan tempat kembaliku,
Jadikanlah hidupku ini sebagai penambah kebaikan,
Dan jadikanlah matiku
sebagai pembalas dari segala kejahatan..
(H.R. Muslim)

Jumat, Maret 22, 2013

Morning Thought

Buat aku, teman, sahabat, saudara adalah rejeki.. Dan ketika memang itu rejekinya, mereka tidak akan kemana. :)

Senin, Maret 18, 2013

Not a pray hard, but pray with a heart

Ya Allah senantiasa ringankanlah hati dan raga ini untuk menolong dan berbuat baik terhadap sesamaku dan segala yang Kau cipta..

Rabu, November 28, 2012

Lemme correct me, lemme prepare me, Allah

I'm preparing for something in God sake, then in the middle of it, there are some insight helping me prepare more and better and revise what's unconsciously cross to mind what this really means. :')
For my husband wanna be, a person who just propose a marriage to me, may Allah spread HIS uncounted blessing to our family and us, and light our heart to be in his righteousness..
here are things i'd like to share :)


a Letter for My Future Husband

Source: http://febriantialmeera.wordpress.com/2012/10/10/a-letter-for-my-future-husband/

“PERNIKAHAN”
Ketika mendengar kata tersebut, pikiran masing-masing orang melambung ke tempat yang berbeda. Begitu pun dengan saya. Kata tersebut membawa saya pada sebuah harapan yang indah, pengutuhan keimanan manusia, dan salah satu sarana ibadah kepada Allah yang dinanti-nanti kehadirannya.
Berhubung calonnya belum ada (hehehe..) saya akan membuat sebuah surat. Dimana surat ini kelak akan menjadi saksi, saat Arsy Allah terguncang dalam ijab qabul yang sah.
A Letter for My Future Husband
Wahai pangeran Surgaku di masa depan.. Ketahuilah, aku ingin menemuimu di waktu yang tepat menurut-Nya. Tidak terburu-buru, tapi juga tidak berlama-lama.
Ketika Allah menghantarkanmu dengan cara ajaib-Nya, akan kuanggukkan hatiku dalam diam. Itulah tanda setujuku atas keberanianmu. Bukan, bukan keberanianmu menyatakan cinta padaku. Melainkan keberanianmu nyatakan diri pada papaku, bahwa kau ingin memuliakanku..
Tapi maaf.. papaku cukup tegas. Aku harap kau punya mental untuk menghadapi beliau. Aku yakin detik-detik yang mengiringi langkahmu menuju rumahku pertama kali akan membuat jantungmu terpompa tak teratur. Tapi nikmatilah.. sebab itulah detik-detik yang aku ingin kau ceritakan pertama kali padaku seusai kata sah membahana dalam singgasana-Nya atas penyatuan kita.
Oh iya, mamaku baik sekali. Beliau pasti senang menemuimu yang berniat mulia. Tapi ingat.. jadilah dirimu sendiri, sebab mamaku memiliki feeling yang sangat kuat, pasti ketahuan. Jadilah apa adanya dirimu, dan izinkan beliau menilaimu dari hatinya yang paling tulus.
Aku akan dengan sabar menunggumu bercakap-cakap  dengan kedua orangtuaku. Dan mungkin aku akan sesekali mencuri pandang ke arahmu. Bukan apa-apa, aku hanya ingin mengabadikan moment penting itu dalam ingatanku. Meski hanya beberapa detik saja.
Bila izin papa sudah kau dapatkan, aku hanya bisa menggumamkan alhamdulillah dan bismillah. Sebab seketika itu khitbah telah jatuh. Dan aku tak dapat lagi didekati oleh siapapun. Setelah itu kita akan menjalani bulan-bulan mendebarkan yang jaraknya adalah dekat. Ketahuilah kegembiraan besar tengah meliputi diriku meski mungkin aku tidak mengekspresikannya.
Wahai pangeran surgaku di masa depan.. sungguh aku tak tau siapa dirimu, darimana asalmu, dan bagaimana kita bisa bertemu. Mungkin kita sudah kenal sebelumnya, atau bahkan tidak saling mengenal sama sekali. Aku hanya percaya keindahan skenario Allah. Semoga kita dipertemukan dalam jalan yang diridhoi-Nya.
Bila saat itu tiba. Saat dimana semua malaikat berkumpul menjadi saksi dari penyatuan kedua insan yang ingin mengutuhkan iman, aku harap kau hapal kalimat penting itu. Ya, ijab qabul. Penyerahan tanggung jawab atas diriku dari papaku kepada dirimu. Tegas dan lantanglah dalam pernyataannya, agar bisa menutupi degupan jantungku yang menyeruak.
Tepat saat kau berjabat dan ucapkan pernyataan, kau tengah mengguncang Arsy Allah. Betapa gagahnya dirimu, dan betapa aku diliputi haru. Setelah itu, izinkan salamku pada punggung tanganmu menjadi sentuhan pertama yang mengawali bahtera kita. Meneteskan air mata gembira dipadu peluk erat yang dirindu bersama kedua orangtua kita. Lalu mengamini setiap doa tulus yang terucap dari kerabat serta sahabat.
Aku akan menuntunmu menggiring waktu bernostalgia dalam kisah perjuanganmu melawan ketakutanmu, gugupmu, dalam setiap prosesnya. Dan izinkan aku memujimu. Tak terbayangkan betapa bahagianya saat kata cinta meluncur dalam kehalalan yang kita perjuangkan. Allah pun akan tersenyum bersama kita.
Merajut asa bersamamu. Menyusun langkah nyata dan berdiskusi denganmu. Kelak kapal rumah tangga ini akan kau nahkodai, dan aku akan selalu berusaha menjadi awak setiamu. Dikaruniai anak-anak yang shalih dan shalihah. Mengumpulkan setiap detik menjadi amal dan berkah, untuk hidup yang lebih kekal.
Sampai bertemu nanti, pangeran surgaku di masa depan..
Salamku..

Rabu, November 07, 2012

Another morning tought

Allah menitipkan kita akal dan perasaan itu, bukan untuk disalahgunakan.. Baik disalahgunakan untuk diri sendiri, apalagi untuk orang lain.

mari berdamai, dan terus berdamai dengan keduanya. :)

Minggu, Oktober 28, 2012

FOR ME, IT'S AN AMAZING SURPRISE

3 hari yang lalu, 25 Oktober tepatnya 22 tahun yang lalu saya terlahir; Alhamdulillaah adalah yang menurut saya a day of affection :D well setiap hari adalah a day of affection, precisely but why this one in one another thing to share? karena hari itu saya merasa sangaaat surrounded with people I love! people love me too didn't they? hehehe don't tryna say no :p

Diawali dengan agenda hari Kamis kami, saya dan teman komunitas (Kak Rani-Syafitri Pusparani, Tita-Cempaka Jennitha, kak chika) untuk tadarus rutin di Kamis sorenya dan as part of the planning, kak Rayi muninggar mengajak (memaksa tepatnya hahaha) untuk buka puasa di Tea n Tea Solo Paragon. Sempet curiga juga sebenernya sih tapi yaa ga mau berharap terlalu tinggi kalo jatuh takut sakit kata Anin - Tania Ajani hahaha sadar gitu udah 22thn musti cool gitu :p :p Ohya ini bertepatan dengan puasa arofah :) Setelah sholat maghrib dan kita mulai order what to eat, tiba-tiba..... AAAA mereka dataaang!! i was just gaping mangap aja gitu menganga kaget dan seneeengg! adalah sahabat-sahabat sejak kita sekolah, Nuraini, Aristiana Hanggraeni - mereka dateng dari Jogja dan ini juga yang udah ngerjain dari jauh hari Afra Khumaira Irhami ternyata successfully permitted to go to Solo from Jkt! :")
Dan ini niih yang jadi AGEN nya bukan lain bukan salah, a Man I've been .... for a future hihi Aaamiiin insyaAllah, dearest Cumba Pradipa Sthirabudhi who has come here previous day.. setelah keberhasilannya buat cuti ditegah ke hectic-annya <3 <3 aah what a day! *blushing* tiba-tiba muncul with a birthday cake dan berjuang sama terpaan angin :))

Berkumpullah kita dalam satu moment itu, a priceless precious moment...



SPECIAL THANKS TO YOU.


I do love you all dear sisters!

ooiyah, sepulang dari gathering with these lovely people, pulang dan nginep lah kami dirumah bareng bareng dengan sayup suara takbir Idul Adha :") sesampenya dirumah.. mati lampu! and TADAAAA
 My sister and brother coming up behind the candle and cake and surely mamah babah behind them! :") what a complete affection of the day. Alhamdulillaah 'ala kulli haal.. 'ala kulli ni'mat wa hubb-mahabbah bainanaa :')

Bukanlah saya manusia yang beruntung dan mensyukuri nikmatNya ketika di usia ini justru bukan kebaikan yang diperbanyak.. let me learn.. dan biarkan aku memetik makna atas semua ini. Bismillah..

Kamis, Oktober 25, 2012

A BIRTHDAY VIDEO BY YOU (A Year Ago, precisely)

it was a year ago and you really made my day, dearest Cumba Pradipa Sthirabudhi! :") yes you made it! again, all I could say is so much thankful and so much thanksss for all who participated and took part on it <3 it remains me speechless

Sabtu, Agustus 27, 2011

♥ La Petite Imparable ♥: Fanisa Reunion!

♥ La Petite Imparable ♥: Fanisa Reunion!: Met my girls -my super bestfriends- from elementary school, Fafa and Echa! It made me flabbergasted remembering the fact that we've known ea...

Kamis, Agustus 04, 2011

The Answer of All

Atas lelahmu.
peluhmu.
keluhmu. keluh yang mungkin tak pernah keluar dari lisanmu, namun pasti ada; sebelum kau buru-buru memperbaiki nya atas syukurmu.
diammu.
larimu.
apa yg mereka jawab atasmu? Biarlah bijaksananya waktu.

Sabtu, Januari 15, 2011

few words which have been a ZEST.

Ketakutan mengenai ketidak-pastian masa depan
adalah perasaan yang lebih kuat daripada
ketakutan terhadap kemiskinan.

Mungkin itu sebabnya,
banyak orang lebih memilih tidak bertindak
karena ketakutannya mengenai masa depan,
dan hidup seperti berjalan sambil tidur,
menuju kelemahan hidup.

Jika kita beriman, seharusnya kita lebih berani.

Mario Teguh


(Copied from the status, Somebody who has been a Healer for me.)
Cumbapradipasthirabudhi.:')

Rabu, Januari 12, 2011

Sami Yusuf - Healing




impressive MESSAGES within this touching & lovely song. Just find out what it says, it heals :')

Minggu, Desember 26, 2010

HOME? For me, it is a sweet word :)

"Home sweet home. This is the place to find happiness. If one doesn't find it here, one doesn't find it anywhere."
M. K. Soni


Home is a word, more than a word, it is a strong one. I have known this comfort while I didn't even know what home is supposed to be. Perhaps for some people, they have their own perspective when they talk about home. is this a place they really want to leave or conversely; the place they're always want to get back to.


Ada beberapa fase yang pernah aku alami, while pointing out about 'home'. dimasa dan disitulah aku belajar untuk tumbuh. Benar, pernah aku sangat ingin untuk tidak berada dirumah dan menghabiskan waktu bersama teman-teman. Menyenangkan. Tapi mungkin saat itu aku tidak sadar bahwa sebetulnya orangtuaku di rumah cemas, kapan aku akan pulang. meskipun hanya lewat sms, "anakku, lagi ada dimana?" .
Saat itu, di masa itu, aku biasa saja membacanya, karena aku belum merasakan apa yg saat itu orang tuaku rasakan. Semakin aku bertambah usia, hal itu justru hal yang sangat aku harapkan. Selalu rindu untuk pulang. Di rumah. itu saja. Selalu ada banyolan atau apa saja yg membuat aku selalu merasa Baiti Jannati. A place of Affections, even where to get rid of weariness.
Entirely, Bersama babah mamah; begitu aku memanggilnya, pasti ada hal hal yang menjadi koreksi dan pesan untuk aku. Bagaimanapun saat itu aku mencerna dan menerima, (dan seringnya aku bisa bilang,"You were right, mah bah."-beberapa waktu setelah itu.) aku tidak pernah menyesal untuk ada dengan mereka.
Juga, ingin kuucap rasa terimakasihku padamu atas segala hal yang telah dan sedang engkau ajarkan padaku yg kelak aku akan mengerti dan memahami.

Home is a place you grow up wanting to leave, and grow old wanting to get back to. ~John Ed Pearce

To be home, is always be my will.
But for some people, it might be a long way to be home again, and It needs more effort to reach it; need hours, spend miles.
..besides, if we could feel it closer and realize that whomsoever and wheresoever we are, it will pleasantly be our Home. however we make it. :)

Where thou art - that - is Home. ~Emily Dickinson

Last Sunday in our 2010, wish we could find a nice Home in the following years.
*shall I beg to leave this home immediately? I'm asking for a chance to study there, Hope Allah ease this path. Amiin Ya Rabb. Allahu yusahhil umurana.